RANGKUMAN BAB VIII. PENYUSUNAN TES BENTUK ESAI (URAIAN) UNTUK EVALUASI RANAH KOGNITIF DALAM PJOK
BAB VIII
PENYUSUNAN TES BENTUK ESAI (URAIAN)
UNTUK EVALUASI RANAH KOGNITIF
DALAM PJOK
Judul : EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Pengarang : Drs. Ngatman, M.Pd
Penerbit : CV. Sarnu Untung
Kota Terbit : Jalan R. Suprapto,GG. Pringgodani, RT.07/RW.21, Jetis Timur, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58111
Tebal Buku : 224 hal
Cetakan Ke : 1, Mei 2017
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Pengarang : Drs. Ngatman, M.Pd
Penerbit : CV. Sarnu Untung
Kota Terbit : Jalan R. Suprapto,GG. Pringgodani, RT.07/RW.21, Jetis Timur, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58111
Tebal Buku : 224 hal
Cetakan Ke : 1, Mei 2017
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Secara ontologis tes esai adalah salah satu tes tertulis yang
susunannya terdiri atas item-item pertanyaan yang masing-masing mengandung
permasalahan dan menuntut jawaban siswa melalui
uraian-uraian kata yang merefleksikan kemampuan berfikikir siswa. Evaluator
memberikan kesempatan kepada siswa (evaluand) untuk memberikan jawaban
secara tuntas dan jelas.
Bentuk pertanyaan atau item tes esai dapat dikonstruksi dengan
menggunakan kata bantu tertentu yang mengandung unsur singkatan 4 W + 1 H,
yang maknanya; who (siapa), where (dimana), what (apa), why
(mengapa), dan how (bagaimana). Jawaban siswa pada tes esai dapat diberikan dengan cara:
menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberi alasan atau
bentuk lain yang sejenis. Ciri khas tes
esai adalah jawaban item-item tes tidak disediakan pembuat tes namun sepenuhnya
harus dipikirkan oleh peserta tes untuk selanjutnya
di ekspresikan dalam bentuk tulisan.
Beberapa
pertimbangan guru dalam pemilihan bentuk esai sebagai bahan evaluasi, di
antaranya:
a.
meningkatkan kualitas hasil
belajar yang cenderung menurun karena penggunaan tes objektif,
b.
meningkatkan kemampuan siswa
dalam menggunakan Bahasa tulisan yang akhir-akhir ini cenderung menurun sebagai
dampak dari penggunaan tes bentuk objektif yang berlebihan,
c.
meningkatkan kemampuan
analisis
d.
sintesis
e.
evaluasi
f.
siswa yang rendah sebagai
akibat membudayanya penggunaan tes bentuk objektif di kalangan siswa.
A. KARAKTERISTIK TES ESAI
Menurut
Gronlund (1990: 216) tes bentuk esai dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi kecakapan-kecakapan
siswa, di antaranya:
1.
Kecakapan mengaplikasikan
prinsip-prinsip,
2.
Kecakapan menginterpretasikan
hubungan-hubungan,
3.
Kecakapan mengenal dan
menyatakan inferensi,
4.
Kecakapan mengenal relevansi
berbagai informasi,
5.
Kecakapan mengenal dan
merumuskan hipotesis,
6.
Kecakapan mengenal dan
merumuskan kesimpulan-kesimpulan secara tepat,
7.
Kecakapan mengidentifikasi
asumsi berdasarkan suatu kesimpulan,
8.
Kecakapan mengenal
keterbatasan data,
9.
Kecakapan mengenal dan
menyatakan masalah, dan
10. Kecakapan mendesain prosedur eksperimen.
Tes esai
sebenarnya merupakan bentuk tes yang mampu untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa, karena dalam menjawab soal siswa akan menggunakan kalimat yang
disusunnya sendiri sehingga penguasaan materi pelajaran secara komprehensif
akan sangat menentukan. Siswa yang kurang menguasai materi pelajaran, akan nampak
dengan jelas pada jawaban yang diberikan.
Bagi guru
PJOK yang akan menggunakan tes esai sebagai alat evaluasi hasil belajar siswa
perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1.
Tes esai tingkat
reliabilitasnya rendah, hal ini disebabkan karena soal-soal tes esai merupakan
sampel dari materi ajar yang terbatas dan subjektifitas pensekoran,
2.
Waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan soal-soal tes esai relatif lama termasuk waktu yang dibutuhkan
guru untuk memeriksa hasil tes,
3.
Jawaban yang diberikan oleh
siswa kadang-kadang penuh karangan (membual) terutama bagi siswa yang tidak
menguasai materi pelajaran dengan baik.
Berikut disajikan
contoh-contoh soal tes esai pada mata pelajaran PJOK.
1.
Apa yang anda ketahui tentang
kesegaran jasmani?. Jelaskan !
2.
Jelaskan mengapa terjadi
kerusuhan dalam pertaningan sepak bola?
3.
Bagaimana cara mengatasi anak
yang mengalami ketergantungan pada obat-obat psikotropika?
4.
Bagaiman usaha untuk
meningkatkan derajat kesehatan badan?
5.
Mengapa klub-klub bola voli
yang mengikuti ajang proliga bola voli
menggunakan pemain asing?
Karena jumlah
soal tes esai pada umumnya sangat terbatas dan disesuaikan dengan ketersediaan
waktu maka soal yang dibuat harus direncanakan sedemikian rupa dengan
memperhatikan dua hal berikut:
1.
Kesesuaian soal dengan materi
pelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai,
2.
Keseimbangan alokasi materi
yang diujikan.
B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TES ESAI
Dalam proses
belajar-mengajar teori PJOK di kelas, tes esai masih banyak dipergunakan para
guru PJOK, karena tes esai memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
1.
Pembuatan soal tes esai
relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan tes objektif.
2.
Soal-soal tes dapat ditulis di
papan tulis atau ditayangka lewat LCD.
3.
Cocok untuk mengukur kemampuan berfikir devergen.
4.
Mengukur kemampuan siswa dalam
menjawab melalui kata dan bahasa mereka sendiri.
5.
Mendorong siswa untuk
mempelajari, menyusun, merangkai, dan menyatakan gagasan siswa secara aktif.
6.
Mendorong siswa untuk berani
mengemukakan pendapat serta menyusun dalam bentuk kalimat mereka sendiri.
7.
Tes esai mampu mengukur
kemampuan yang lebih komplek dan tingkat pemahaman yang lebih tinggi (C3, C4,
C5, dan C6).
Di samping
beberapa kelebihan seperti yang telah di
uraikan di atas, ternyata tes esai juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan oleh guru PJOK, di
antaranya:
1.
Pemberian nilai tidak ajeg
antara penilai yang satu dengan penilai yang lainnya.
2.
Tingkat kejelasan atau
kerapian tulisan siswa dalam menjawan
soal akan berpengaruh terhadap pemberian nilai.
3.
Penilai dipengaruhi oleh unsur
“hallo effect”, ada kecenderungan pengaruh subjektif yang selalu muncul
dalam pribadi seorang guru.
4.
Validitas dan reliabilitas
penilaian tes esai sulit didapat.
5.
Cakupan materi pelajaran yang
diujikan terbatas karena keterbatasan waktu yang dipergunakan untuk ujian.
6.
Waktu yang dipergunakan untuk
menilai pekerjaan siswa banyak.
7.
Bentuk pertanyaan yang
memiliki arti ganda, sering membuat kesulitan pada siswa sehingga memunculkan
unsur-unsur menerka dan menjawab dengan ragu-ragu.
C. MENGOREKSI TES ESAI
Memberikan
sekor tes esai dipandang gampang-gampang susah oleh sebagian guru PJOK
karena ada beberapa faktor yang terlibat
di dalamnya. Menurut Sukardi (2010: 102) faktor-faktor tersebut di antaranya:
1.
Subjektivitas,
2.
Pertimbangan,
3.
Pengaruh interaksi antara guru
dengan para siswa selama dalam proses belajar-mengajar berlangsung.
Untuk
mengatasi adanya pengaruh tiga faktor di atas, berikut ini ada beberapa
petunjuk yang dapat digunakan sebagai acuan oleh guru PJOK dalam memberikan
nilai tes esai, yaitu:
1.
Ambillah beberapa pekerjaan
siswa sebagai sampel. Bacalah jawaban siswa untuk memperoleh gambaran
umum tentang kualitas jawaban yang diharapkan.
2.
Periksa kembali kerangka
jawaban atau jika perlu sumber yang telah ditetapkan seperti buku ajar. Cek
kembali bobot angka bagi setiap soal.
3.
Setelah mengecek kerangka
jawaban dan sumber yang telah ditetapkan selesai, barulah mulai menilai
pekerjaan siswa. Jika dalam memeriksa jawaban siswa sudah lelah ataujenuh sebaiknya
jangan dilanjutkan karena penilai cenderung kurang teliti lagi.
4.
Menilai satu pertanyaan pada
semua lembar jawaban sebelum pindah ke pertanyaan lain.
5.
Usahakan dalam proses
penilaian jawaban soal tidak melihat nama siswa penjawabnya.
6.
Menentukan nilai dari setiap
pertanyaan berdasarkan bobot permasalahan, kompleksitas jawaban, dan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan jawaban.
SUMBER :
https://www.uny.ac.id/
https://www.uny.ac.id/
Komentar
Posting Komentar