RANGKUMAN BAB IV. PROSEDUR PENYUSUNAN TES PJOK

BAB IV 
PROSEDUR PENYUSUNAN TES 
PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) 

Judul           : EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Pengarang  : Drs. Ngatman, M.Pd
Penerbit      : CV. Sarnu Untung
Kota Terbit : Jalan R. Suprapto,GG. Pringgodani, RT.07/RW.21, Jetis Timur, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan,                          Jawa Tengah 58111
Tebal Buku : 224 hal
Cetakan Ke : 1, Mei 2017
Ukuran        : 15,5 x 23 cm

Panduan untuk guru olahraga dalam memilih dan mengkonstruksi tes kecakapan motorik yang sesuai, memiliki sepuluh tahap (flow-chart) dalam menyusun tes PJOK. Berikut bagan beserta keterangannya: 

Sumber: Strand, Bradford N. & Wilson, R. (1993). Assessing Sport Skills hal. 10. Champaign: Human Kinetics Publishers. 

A. Mereview Kriteria Tes yang Baik

Berikut kriteria tes yang baik terdiri dari: (1) validitas, (2) reliabilitas, (3) objektivitas, (4) norma, (5) kemudahan administrasi tes, (6) kesesuaian usia dan jenis kelamin, (7) nilai pendidikan, (8) diskriminasi tes, (9) keamanan, dan (10) tipe tes.


B. Menganalisis Cabang Olahraga

Guru harus menekankan keterampilan-keterampilan yang sesuai dengan usia siswa. Setelah keterampilan-keterampilan yang sesuai dengan usia siswa diidentifikasi, reviewlah tujuan pembelajaran untuk menentukan mana yang memiliki bobot terbesar.


Langkah-langkah guna keperluan perencanaan pembelajaran dan penyusunan tes:

1. Analisislah semua keterampilan yang diperlukan pada cabang olahraga tertentu.

2. Analisislah keterampilan-keterampilan yang sesuai dengan usia siswa.

3. Berdasarkan waktu pembelajaran yang ada, pilihlah keterampilan-keterampilan apa yang akan ditekankan. Maka anda perlu menyortir teknik-teknik dasar terpenting.

4. Penyusunan item tes dilakukan berdasarkan item teknik yang ditekankan pada poin 3.


C. MEREVIEW LITERATUR

Setelah guru memilih keterampilan-keterampilan yang sesuai dan menuliskan tujuan pembelajaran, ia harus mereview literatur tes-tes keterampilan yang mengukur keterampilanatau penampilan yang sama dengan apa yang akan ia lakukan (Miller,1988; Safrit, 1990). Ketika sudah mereview literatur dan guru tidak menemukan tes baku yang baik, maka guru harus menyusunnya.


D. MEMILIH ATAU MENGKONSTRUKSI ITEM TES

Panduan dalam mengkonstruksi tes adalah sebagai berikut:

1. Item tes harus mewakili keterampilan yang dibutuhkan nyata pada permainan (Kirkendall et al, 1987).

2. Item tes harus mudah dimengerti dan relatif mudah untuk ditampilkan (Miller, 1988).

3. Untuk kepraktisan, item tes haruslah tidak mahal, mudah diadministrasi, mudah disiapkan, dan dibentuk dalam station (Miller, 1988).


E. MENETAPKAN PROSEDUR

Kesimpelan dalam tiap aspek akan mengurangi waktu persiapan, waktu administrasi, waktu latihan, dan membuat siswa lebih baik dalam memahami tes. Kesimpelan dalam tiap aspek akan mengurangi waktu persiapan, waktu administrasi, waktu latihan, dan membuat siswa lebih baik dalam memahami tes. Pada titik ini, trial dan error terjadi karena guru mencoba untuk menentukan prosedur terbaik. Revisi dan adaptasi tidak terelakkan dan membantu menjelaskan dan meningkatkan kualitas tes.


F. MELAKUKAN REVIEW TEMAN SEJAWAT

Proses review ini ditujukan untuk memperoleh kritik yang konstruktif secara objektif guna memperhalus atau memperbaiki rancangan tes. Dengarkan semua saran secara terbuka, review saran tersebut secara kritis, dan putuskan saran apa dan bagaimana yang akan digunakan. Pada tahap manapun yang anda ulangi, buatlah perubahan berdasarkan rekomendasi reviewer, dan lakukan proses selanjutnya sesuai dengan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan.


G. MELAKUKAN PILOT STUDY

Langkah ketujuh dalam proses penyusunan tes adalah melakukan pilot study, yang bertujuan untuk melihat apakah masih ada masalah-masalah pada tes dalam aspek administrasi, persiapan, penskoran, dan/atau petunjuk tes. Tanpa pilot study, kekurangan tes tidak akan nampak sampai tes diterapkan pada siswa dalam kelompok besar dengan hanya 1 guru dan tempat tes yang terbatas (Miller, 1988; Safrit, 1990).


H. MENENTUKAN VALIDITAS, RELIABILITAS, DAN OBJEKTIVITAS

Tes yang memiliki validitas tinggi selalu reliabel, namun tes yang reliabel belum tentu selalu valid karena reliabilitas menunjukkan derajat suatu instrumen mengukur secara konsisten apa yang ingin diukur. Objektivitas diperoleh dengan menggunakan dua atau lebih testor yang mengadministrasi suatu tes pada grup siswa yang sama (Miller, 1988). Koefisien objektivitas akan ditunjukkan oleh jumlah kecocokan di antara para administrator tes.


I. MENGEMBANGKAN NORMA

Norma-norma harus disusun untuk laki-laki dan perempuan dan untuk kelompok usia yang berbeda (Safrit, 1990). Untuk menyusun norma misalnya, anda meminta 20 guru penjas untuk melakukan pengetesan pada semua siswa di kelas yang mereka ajar selama 2 tahun. Setelah 2 tahun mentabulasi data, informasi dianalisis dan norma ditetapkan. T scores, percentiles, dan skala peringkar yang direkomendasikan diukur.


J. MENYUSUN MANUAL TES

Persiapkan manual tes yang mencakup informasi seperti overview terhadap cabang olahraga; sejarah pengetesan pada olahraga; instruksi dalam menggunakan manual tes; deskripsi tes dengan petunjuk tes; diagram, dan prosedur penskoran; drill untuk mengembangkan teknik yang benar; norma; formulir pencatat; dan referensi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI "BUKU PINTAR FUTSAL"

CONTOH MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT: PERMAINAN BOLA BASKET

CONTOH RPP MODEL TGFU (Tactical Games for Understanding)