RANGKUMAN BAB V. PENDEKATAN ACUAN PENILAIAN DALAM PJOK
BAB V
PENDEKATAN ACUAN PENILAIAN DALAM PJOK
Judul : EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Pengarang : Drs. Ngatman, M.Pd
Penerbit : CV. Sarnu Untung
Kota Terbit : Jalan R. Suprapto,GG. Pringgodani, RT.07/RW.21, Jetis Timur, Purwodadi, Kec. Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah 58111
Tebal Buku : 224 hal
Cetakan Ke : 1, Mei 2017
Ukuran : 15,5 x 23 cm
A. Penilaian Acuan Norma (Norm-Referenced Measured)
Penilaian Acuan Norma (PAN) merupakan penilaian dengan pendekatan klasik karena tampilan performance hasil belajar siswa pada suatu tes. Penilaian ini berasumsi bahwa kemampuan siswa itu berbeda dan dapat digambarkan menurut distribusi normal dan harus ditunjukkan oleh hasil pengukuran. Satu cara sederhana untuk menggunakan penafsiran penilaian yang beracuan norma adalah membuat rangking skor dari skor tinggi ke skor yang rendah dan menentukan dimanakah skor individu berada.
Penilaian Acuan Norma (PAN) mengacu ke kurva normal dan hasil-hasil perhitungan statistika sebagai dasar evaluasi, ukuran yang digunakan adalah nilai rata-rata (mean) dan simpangan baku (SD) yang diperoleh dari nilai kelompoknya sehingga bersifat relatif. Jika hasil perhitungan nilai rata-ratanya naik maka norma penilaian yang dijadikan patokan menjadi bergeser ke atas dan sebaliknya.
Faktor yang harus dipertimbangkan jika guru penjas menggunakan dasar penilaian beracuan norma adalah:
(1) Sampel
Harus mencakup jumlah kasus yang besar , serta pengambilannya didasarkan pada suatu distribusi populasi yang luas.
(2) Administrasi
Harus dibuat dengan jelas sehingga dalam pelaksanaan tes tidak timbul keragu-raguan baik dari pihak guru maupun siswa.
(3) Bersifat mewakili
Semakin banyak jumlah siswa dengan karakteristrik yang sama dengan karakteristik dimana norma tersebut dibuat, maka semakin pasti bahwa norma tersebut merupakan sumber yang dapat dipercaya sebagai bahan pembanding.
(4) Bersifat temporer
Norma penilaian yang dipakai saat ini bersifat temporer dan harus selalu ditinjau ulang secara periodik agar tidak using (out of date).
(5) Memiliki petunjuk
Norma penilaian hasil belajar siswa hendaknya disajikan kedalam suatu format yang dapat dipahami dengan mudah.
(6) Dapat dibandingkan.
Penilaian acuan norma bersifat relative, karena berpautan pada besarnya nilai rata-rata atau simpangan baku yang diperoleh dari kelompok itu.
Kelebihan Penilaian Acuan Norma adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan tingkat kelulusan siswa tinggi, sehingga secara psikologis sangat menguntungkan siswa.
2. Guru tidak perlu menyediakan program remedial bagi siswa.
Norma penilaian hasil belajar siswa hendaknya disajikan kedalam suatu format yang dapat dipahami dengan mudah.
(6) Dapat dibandingkan.
Penilaian acuan norma bersifat relative, karena berpautan pada besarnya nilai rata-rata atau simpangan baku yang diperoleh dari kelompok itu.
Kelebihan Penilaian Acuan Norma adalah sebagai berikut:
1. Kebanyakan tingkat kelulusan siswa tinggi, sehingga secara psikologis sangat menguntungkan siswa.
2. Guru tidak perlu menyediakan program remedial bagi siswa.
Kelemahan Penilaian Acuan Norma adalah sebagai berikut:
1. Tidak ada standar kelulusan yang pasti, karena dipengaruhi oleh beberapa besarnya rerata kelompoknya.
2. Gambaran tingkat penguasaan materi siswa belum bias didapatkan (mastery learning of student).
3. Jika besarnya nilai rerata kelompoknya rendah, siswa cenderung puas jika memperoleh status lulus walaupun secara penguasaan materi belum tuntas.
B. Penilaian Acuan Patokan (Crierion Referenced Measured)
Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian lain dengan menggunakan acuan yang berbeda. Siswa dikomparasikan dengan kriteria/patokan yang telah ditentukan terlebih dahulu dalam tujuan instruksionalnya, bukan dibandingkan dengan siswa lain, Kriteria/patokan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan logis mengenai tingkat penguasaan minimum pembelajaran teori maupun praktik. Siswa yang mencapai atau melebihi patokan dinyatakan lulus, sedangkan yang belum bias mencapai dinyatakan tidak lulus.
Patokan yang digunakan dalam pendekatan penilaian PAP bersifat absolut/mutlak dan berlaku untuk semua siswa, serta dapat dipergunakan untuk menggambarkan tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa. Metode yang digunakan penilaian ini dalam penjas adalah dengan metode presentase.
Asumsi penilaian acuan patokan adalah bahwa hamper semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda. Kelebihan dari penilaian ini adalah bermanfaat menjajaki tingkat penguasaan materi pelajaran secara tuntas. Sedangkan kkonsekuensi dari penilaian ini adalah adanya program remedial.
Contoh pemberian penilaian acuan patokan (PAP) dengan metode persentase
2. Gambaran tingkat penguasaan materi siswa belum bias didapatkan (mastery learning of student).
3. Jika besarnya nilai rerata kelompoknya rendah, siswa cenderung puas jika memperoleh status lulus walaupun secara penguasaan materi belum tuntas.
B. Penilaian Acuan Patokan (Crierion Referenced Measured)
Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian lain dengan menggunakan acuan yang berbeda. Siswa dikomparasikan dengan kriteria/patokan yang telah ditentukan terlebih dahulu dalam tujuan instruksionalnya, bukan dibandingkan dengan siswa lain, Kriteria/patokan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan logis mengenai tingkat penguasaan minimum pembelajaran teori maupun praktik. Siswa yang mencapai atau melebihi patokan dinyatakan lulus, sedangkan yang belum bias mencapai dinyatakan tidak lulus.
Patokan yang digunakan dalam pendekatan penilaian PAP bersifat absolut/mutlak dan berlaku untuk semua siswa, serta dapat dipergunakan untuk menggambarkan tingkat penguasaan materi pembelajaran siswa. Metode yang digunakan penilaian ini dalam penjas adalah dengan metode presentase.
Asumsi penilaian acuan patokan adalah bahwa hamper semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda. Kelebihan dari penilaian ini adalah bermanfaat menjajaki tingkat penguasaan materi pelajaran secara tuntas. Sedangkan kkonsekuensi dari penilaian ini adalah adanya program remedial.
Contoh pemberian penilaian acuan patokan (PAP) dengan metode persentase
Berdasarkan table diatas, seumpama Rizal mendapatkan skor 83, maka Rizal tersebut akan mendapatkan nilai B atau 3 karena 83 berada pada interval kelas tingkat penguasaan materi antara 80 -90.

Komentar
Posting Komentar