CONTOH REVIEW JURNAL: MENCEGAH DAN MENGURANGI KEKERASAN SEPAKBOLA MELALUI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN
ARTIKEL PENELITIAN DARI JURNAL
Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
Mencegah dan Mengurangi Kekerasan Sepakbola
melalui Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Nama Penulis : Sulistiyono
|
No.
|
Materi
yang di review
|
|
1.
|
Judul
Jurnal: MENCEGAH
DAN MENGURANGI KEKERASAN SEPAKBOLA MELALUI PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN
KESEHATAN
Nama Penulis: Sulistiyono
|
|
2.
|
Nama Jurnal : Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia
Volume
: Volume VI , No. 2 (2009)
Nomor ISSN
: 0216-1699
(Print), 2581-2300 (Online)
|
|
3.
|
Latar Belakang Masalah(Issue Penelitian):
Belum berhasilnya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dalam
mengembangkan ranah afektif, yang didalamnya tercakup pembinaan sikap sosial
dan personal, watak bisa bekerja-sama, dan perilaku fair play.
|
|
4.
|
Masalah Penelitian:
Kekerasan yang terjadi dan bahkan menjadi budaya dalam berbagai sektor
khususnya bidang sepakbola di Indonesia dapat dikatakan merupakan andil
bidang pendidikan yang belum mampu menanamkan ranah afektif, kenyataan
yang terjadi guru masih berkutat dengan ranah kognitif dan psikomotor
sebagai bidang perhatian. Terkait
dengan budaya kekerasan yang terjadi
pada pertandingan sepakbola Indonesia mengembangkan dan mengangkat ranah afektif
yang dalamnya terdapat nilai etika, sportifitas, fair play tampak
belum melekat pada komunitas sepakbola Indonesia.
|
|
5.
|
Konsep dan Teori/Proposisi:
Dalam mengembangkan ranah afektif yang
dalamnya terdapat nilai sportifitas atau sense of fair
play
seorang guru harus memahami lima tahapan sebagai berikut : 1) penerimaan 2)
jawaban 3) penilaian 4) pengorganisasian
5) karakterisasi nilai (Kirendall
dkk : 1982:319).
|
|
6.
|
Hipotesis:
Bila melihat dan menganalisa penyebab terjadinya kekerasan
dalam olahraga khususnya sepakbola kita patut merenung bahwa olaharaga yang
seharusnya mengajarkan pada masyarakat tentang nilai sportifitas,
per-sababatan, kerjasama, dan fair play tidak nampak disana. Kekerasan
yang terjadi dan bahkan menjadi budaya dalam berbagai sector khususnya bidang
olahraga dapat dikatakan merupakan andil bidang pendidikan yang belum mampu
menanamkan ranah afektif, kenyataan yang terjadi guru masih berkutat
dengan ranah kognitif dan psikomotor sebagai bidang perhatian.
|
|
7.
|
Paradigma dan Model Teoritis(untuk
Eksperimen):
Mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
yang paling dekat dengan budaya dan nilai dalam olahraga bisa mencegah dan mengurangi kekerasan
olahraga sepakbola bila dalam pengajaran para guru mau mengangkat,
mengembangkan, memperhatikan ranah afektif sebagai salah satu tujuan pengajaran
yang sangat penting untuk dicapai.
Guru Penjasorkes dalam
kesehariannya harus bisa memberi contoh yang baik dalam hal kecil misalnya datang
tepat waktu, mengajar dengan sifat saling menghargai, kasih sayang,
menggunakan kata-kata dengan santun. Sifat penjasorkes yang berusaha mencapai
tujuan pembelajaran melalui aktifitas fisik akan lebih mudah ditangkap oleh
siswa disbanding mata pelajaran lain. Siswa berkesempatan mengalami langsung,
mempraktekkan dan mengambil hikmah dari sebuah kegiatan dalam penjasorkes.
|
|
8.
|
Metode Penelitian:
Penelitian
ini menggunakan Metode deskriptif yang dapat diartikan sebagai prosedur
pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau
objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang
lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa
adanya.
|
|
9.
|
Peluang penelitian lanjutan :
Menurut saya jurnal
ini memiliki peluang penelitian lanjutan yang sangat besar, dikarenakan
sampai saat ini masih sangat banyak terjadi kasus kekerasan yang terjadi pada
suatu pertandingan sepakbola. Pemain sengaja
mencederai lawan, supporter bersikap anarkis dan rasis, official memukul
wasit, wasit bahkan dicurigai menerima suap.
Hal tersebut membuktikan bahwa sampai saat ini Pendidikan
Jasmani Olahraga dan Kesehatan belum mampu untuk mengembangkan dan mengangkat
ranah afektif yang dalamnya terdapat nilai etika, sportifitas, fair
play. Saya sangat berharap agar
penelitian ini bisa berlanjut dan menemukan sebuah formula yang bisa
menjadikan seluruh elemen dalam pertandingan sepak bola untuk bersikap sportif
dan fairplay agar tidak terjadi kekerasan atau kerusuhan yang
merugikan banyak pihak.
|
https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/view/444
Komentar
Posting Komentar